Rin & Len
"Hadeuh.... rasanya aku jadi bosen. Apa yang harus aku lakukan sekarang tanpa teman-temanku??" kataku berpikir sejenak "Kenapa aku Tidak ke ruang musik saja!" kataku bersemangat lalu aku pergi ke ruang musik
*Di Depan Ruang Musik
Suara apa ini?? kok ada alunan suara piano apa ada orang di dlam ya??" gumamku bingung.
Aku pun memasuki Ruang Musik. Ternyata yang memainkan alunan piano yang indah itu adalah Len?! ternyta dia pintar main alat musik ya...
"Hm... Permisi" kataku dengan suara rendah yang membuatnya berhenti memainkan piano
"Apa yang bisa aku bantu??" tanya Len
"Ma-Maaf kalau aku membuatmu kaget tapi apa yang kau lakukan di sini" #Jelas-Jelas main Piano tapi pura2 Bodoh
"Ya Kau Lihat aku tadi memainkan piano" katanya
"Maksud aku kenapa kau Bermain Piano di sini kenapa kamu tidak bermain dengan anak laki-laki yang lain??" kataku penasaran
"Aku tidak punya teman, semua laki-laki yang ada di sekolah ini sepertinya lebih mementingkan soal pacaran jadi... dari pada mengganggu hubungan orang mending main piano" jawabnya mantap "Sedangkan kau apa yang kau lakukan di sini??" Sekarang giliran dia yang bertanya
"Aku?? Aku disini sebenernya mau main gitar tapi, karena kau ada di sini jadi... aku lebih baik kembali ke kelas" ktaku mencoba untuk kabur tapi..
"Tunggu!!!" Teriak Len tapi tida keras
"Ada apa??" kataku
"Bagaimana kalo kita Feat jadi aku main Piano dan kamu main gitar mu" katanya dengan senyum terpancar dari wajahnya
"Boleh" Jawabku singkat penuh dengan aura bersemangat
Kami pun bermain alat musik bersama. Rasanya aku menikmati ini.. Semua kesepian rasanya sirna dalam sekejap . Seandainya semua temanku tidak punya pacar mungkin aku tidak akan kesepian seperti saat ini & untung saja ada Len mungkin aku tidak akan kesepian seperti berada dalam Kota Mati.
Setelah kami selesai bermain Alat musik bersama.......
"Ternyata benar dugaan ku kau Pintar bermain gitar!!" katanya bersemangat
"Makasih, permainanmu juga bagus kadang-kadang kita main bareng lagi ya...." kataku dengan ramah
"Iya. Mm... Rin kau mau pulang bareng??"
DEG! Apa yang harus aku jawab sekarang !! Rin ayo berpikir jernih!!
"Mm... gimana ya.. I-iya deh" jawabku ragu
"Bagus!! kalo gitu kita bisa mengerjakan tugas bersama" Katanya bersemangat
Oh... ternyata untuk ngerjain Tugas tunggu... perasaan gak ada kerja kelompok deh... Rin ayo berpikir jernih jangan berpikir yang negatif
"Mm.. Rin jadi kan pulangnya??" tanya Len
"Ja-Jadi kok" kataku ragu
"Ya udah kalo gitu ayo!!" katanya bersemangat lalu menarik tangan ku keluar dari Ruang Musik
*SeSampainya di Depan Rumah
"Makasih udah ngantarin aku sampe depan rumah" kataku gugup tapi lancr
"Iya sama-sama" jawabnya
(Note: Ini gambar Rin & Len pas pulang bareng bedanya Rin Lebih canggung dan tidak pegangan tangan)
"Len apa rumahmu jauh dari sini, aku jadi gak enak" kataku dengan perasaan gak enak pada Len
"Gak kok kalo nanti belok juga udah sampe "Katanya mantap
"Oh kalo gitu sekali lagi Terima Kasih ya...'' kataku sambil masuk ke dalam rumah
Saat aku sudah masuk ke rumah mula-mula aku mengintip ke arah jendela apakah Len sudah pulang atau belum saat aku liat ternyata dia sudah pulang cepat juga dia pulangnya. Tiba-Tiba Rinto Mengangetkan ku
"DOARR!!!!! " Teriaknya Jail
"Aaa!!! A-Apa yang kau lakukan???" kataku marah
"Harusnya aku yang tanya kenapa kau pulang lama dan pulang bareng dengan laki-laki tadi??" Kata Rinto sambil tersenyum jail
"Apasih Onii-Chan" Sepertinya mukaku memerah
"Apa itu pacarmu Rin" Goda Rinto lagi
"Te-Tentu Saja Tidak!!! Aku ini masih fokus unutk belajar lagi pula aku tidak tertarik dengan CINTA " Bentak ku
"Iya-Iya . Mm.. Nanti Mom and Dad Pulang larut kau tau kan urusan bisnis" Raut muka Rinto berubah menjadi raut muka sedih
"Iya aku tau. kalo gitu aku mau ke Kamar ku dulu" Tiba-tiba suaraku jadi mengecil
"Rin" Panggil Rinto
"Apa" jawabku singkat tapi lesu
"Semoga kau mempikan Anak laki-laki tadi ya~~" Jail Rinto Lagi (?)
"Tidak Akan Pernah" Bentakku lalu pergi meninggalkan My Big Brother Rinto
Tapi jujur saaja aku merasakan ada hal yang aneh pada dadaku. Rasanya aku rindu denagan Len. Rin ayo berpikir jernih ayo berpikir jernih jangan pikirin anak itu!!
To Be Continue
.jpg)
